OKE SUKSES ZONE

OKE SUKSES ZONE

DRAFT PANDUAN PORSADIN V KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2018

OSZ : DRAFT PANDUAN PORSADIN V KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2018

Salah satu upaya peningkatan eksistensi Diniyah Takmiliyah di masyarakat Galuh Ciamis salah satunya dengan Pekan Olah Raga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) tingkat Kabupaten Ciamis yang merupakan bagian dari PORSADIN Nasional karena dilaksanakan secara berjenjang dengan maksud dalam rangka lebih memunculkan keberadaan Diniyah Takmiliyah sebagai potensi lembaga pendidikan di Kabupaten Ciamis yang fenomenal, dinamis dan berbasis kekuatan masyarakat.

Selain itu, dengan penyelenggaraan PORSADIN ini dapat menjadi data primer untuk sumber analisis tentang kemajuan hasil belajar  siswa pada Diniyah Takmiliyah, yang pada gilirannya dapat menjadi umpan balik untuk lahirnya upaya-upaya pembinaan dan perbaikan yang lebih terarah dikemudian hari. Selain dalam rangka menggali potensi Murid dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah diantara para Murid Diniyah, para guru, para pengurus FKDT se-Kabupaten Ciamis; adalah salah satu motivasi diadakannya berbagai jenis perlombaan melalui kegiatan PORSADIN (Pekan Olahraga dan Seni Antar  Diniyah).

Berikut saya akan share Draf Panduan PORSADIN V Kabupaten Ciamis Tahun 2018 :

MATA LOMBA
a. Cabang akademik/Seni dan Olahraga  Jenjang  DTA

1 Tahfidz Juz Amma
2 Cerdas Cermat Diniyah
3 Pidato B. Arab
4 Pidato B. Indonesia
5 Kalighrafi
6 Murotal Wal Imla
7 Puisi Islami
8 Atletik
9. Futsal
10. MQK
11. Tenis Meja

b. Cabang Akademik/Seni dan Olahraga Janjang DTW

1. Qiraatul Kutub (MQK)
2. Syarhil Qur’an
3. Qasidah Rebana

c. Cabang seni dan kreatifitas janjang Guru Diniyah
1. Qasidah Rebana

d. Show oppoc
1. Karnaval Kafilah


KETENTUAN UMUM

1. Peserta lomba adalah santri Diniyah Takmiliyah utusan dari masing-masing Kecamatan se-Kabupaten Ciamis

2. Peserta adalah santri Diniyah Takmiliyah maksimal berusia 12 tahun per 31 Desember 2019 (Kelahiran maksimal 01 Januari 2007 tidak boleh lebih meskipun sehari) dan Santri Diniyah Takmiliyah Wustha berusia 16 Tahun per 31 Desember 2018 (kelahiran 2002) sedangkan untuk Guru Diniyah usianya bebas. 
Persyaratan peserta:
a. Poto copi Akta kelahiran, jika tidak ada maka dapat melampirkann kartu keluarga (Asli diperlihatkan saat daftar ulang)
b. Raport Asli DTA/DTW yang dikeluarkan DPC FKDT Kabupaten Ciamis
c. Poto berwarna ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 lembar
d. Keabsahan mengenai peserta bagi guru Diniyah dilampiri dengan foto copy SK pengangkatan sebagai guru Diniyah yang dilegalisir/salinan.
e. Mengisi formulir pendaftaran

3. Persyaratan peserta sebagaimana dimaksud diatas berlaku juga bagi peserta pengganti (apabila terjadi pergantian peserta) 
4. Kafilah Kecamatan melakukan pendaftaran paling lambat seminggu sebelum acara technical meeting Porsadin dilaksanakan.
5. Peserta melakukan daftar ulang sebelum perlombaan dimulai
6. Peserta wajib mengenakan pakaian menutup aurat yang disesuaikan dengan mata lomba yang akan diikuti
7. Peserta wajib membawa peralatan yang diperlukan untuk lomba 
8. 30 menit sebelum lomba dimulai seluruh peserta wajib hadir dan berada di lokasi perlombaan
9. Apabila setelah dipanggil sebanyak 3X berturut-turut tidak hadir maka penampilan peserta tersebut akan diakhirkan dengan dilakukan pemanggilan kedua terlebih dahulu
10. Apabila peserta setelah dipanggil sebanyak 3X berturut-turut pada pemanggilan kedua tetap tidak hadir maka peserta tersebut dinyatakan gugur
11. Jadwal lomba ditentukan kemudian oleh Panitia.

KETENTUAN LOMBA 

1. Tahfidz (Jenjang DTA)
a. Peserta adalah santri DTA Satu orang Pa dan Satu orang Pi utusan dari Kafilah Kecamatan
b. Peserta membacakan maqro’ yang dibacakan oleh Dewan Hakim.
c. Setiap maqro’ terdiri dari 4 (empat) hal;
1) Menghafal surat/beberapa surat yang ditentukan Hakim Penanya.
2) Melanjutkan bunyi akhir ayat yang dibacakan Hakim Penanya.
3) Melanjutkan bunyi awal ayat yang dibacakan Hakim Penanya.
4) Menyebutkan nama surat yang ditanyakan oleh Hakim Penanya.
d. Materi lomba Juz’ama (QS. An-Naba s.d. An-Nas) 
e. Tanda (Isyarat) memakai bunyi bel/palu;
1) Bunyi bel/palu 2 (dua) kali yang pertama sebagai tanda persiapan peserta untuk dimulai pertanyaan.
2) Bunyi bel/palu 1 (satu) kali sebagai tanda peringatan apabila terjadi kesalahan kecil (sabghu al lisan) atau kesalahan besar (tawaqquf dan tarku al-ayat).
3) Bunyi bel/palu 3 (tiga) kali di tengah-tengah pembacaan, sebagai tanda selesai satu pertanyaan dan selanjutnya pindah ke pertanyaan berikutnya.
4) Bunyi bel/palu 4 (empat) kali sebagai tanda habis waktu dan pembacaan hafalan peserta dinyatakan selesai.
f. Kriteria Penilaian terdiri dari:
1) Bidang tajwid terdiri dari:
- Makhorijul huruf
- Sifatul huruf
- Ahkamul huruf.
- Ahkamul mad wal qasr
- Tamamul qiroah
2) Bidang Fasohah dan adab terdiri dari:
- Al-waqfu wal ibtida
- Adabutilawah
- Tartil
- Tamamul qiroah
3) Bidang tahfidz terdiri dari:
- Muroatul ayat (tarkul ayat wa tawaquf)
- Sabqullisan
- Tamamul qiroah
g. Tidak dilakukan final.
h. Ketentuan lain akan disepakati pada pelaksanaan technical meeting.

2. Cerdas Cermat Diniyah (Jenjang DTA)
a. Peserta adalah santri DTA yang setiap groupnya terdiri dari 3 orang putra/putri atau campuran.
b. Soal diambilkan dari 7 mata pelajaran pokok (Kurikulum Nasional Tahun 2012 Terbitan Kemenag RI).
c. Cerdas cermat dilakukan pada 3 tahap yaitu penyisihan, semifinal dan final.
d. Setiap penampilan terdiri dari 3 atau 4 regu, dan pemenang pertama maju ke babak berikutnya.
e. Setiap penampilan terdiri dari dua babak yaitu babak pertama masing-masing regu mendapatkan 10 soal wajib dan babak kedua adalah babak rebutan 10 pertanyaan untuk semua regu.
f. Setiap soal pada babak pertama (pertanyaan wajib) tidak bisa dijawab oleh regu yang bersangkutan maka nilainya nol dan tidak diperebutkan
g. Penilaian dilakukan oleh dewan hakim dan bagi jawaban yang benar diberi nilai 100 dan yang salah 0.
h. Pada babak rebutan apabila menjawab salah maka nilai dikurangi 100.
i. Apabila terjadi kesamaan nilai maka diberikan satu soal rebutan.
j. Ketentuan lain akan disepakati pada pelaksanaan technical meeting.

3. Pidato Bahasa Indonesia (Jenjang DTA)
a. Peserta adalah santri DTA putra dan putri.
b. Teknik lomba:
1) Peserta tampil berdasarkan nomor tampil yang diambil saat daftar ulang
2) Peserta yang tidak dapat meneruskan lomba dianggap telah selesai
3) Waktu tampil maksimal adalah 7 menit
4) Peserta menyerahkan teks pidato pada dewan hakim sebelum lomba dimulai
5) Peserta tidak membaca teks pada saat tampil
c. Tema pidato adalah:
1) Birrul walidain
2) Aku anak sholeh
3) Pentingnya Pendidikan agama
4) Belajar sepanjang masa
d. Kriteria penilaian adalah:
1) Penampilan:
- Adab
- Gaya
- Intonasi
2) Ketepatan isi materi antara penampilan dan teks yang diberikan
3) Kefasihan dan ketepatan pengungkapan ayat-ayat al-Quran/al-Hadits
e. Ketentuan lain akan disepakati pada pelaksanaan technical meeting.

4. Pidato Bahasa Arab (Jenjang DTA)
a. Peserta adalah santri DTA putra dan putri
b. Teknik lomba:
1) Peserta tampil berdasarkan nomor tampil yang diambil saat daftar ulang
2) Peserta yang tidak dapat meneruskan lomba dianggap telah selesai
3) Waktu tampil maksimal 7 menit
4) Peserta Menyerahkan teks pidato pada dewan hakim sebelum lomba dimulai
5) Peserta tidak membaca teks pada saat tampil
c. Tema pidato adalah:
1) Birrul walidain
2) Aku anak sholeh
3) Pentingnya Pendidikan agama
4) Belajar sepanjang masa
d. Kriteria penilaian adalah:
1) Penampilan:
- Adab
- Gaya
- Intonasi
2) Kesesuaian materi pidato dengan tema pokok
3) Kefasihan dan ketepatan pengungkapan
e. Ketentuan lain akan disepakati pada pelaksanaan technical meeting.

5. Kalighrafi (Jenjang DTA)
a. Peserta adalah santri DTA putra dan putri
b. Teknik lomba:
1) Peserta menggunakan kertas ukuran A3 yang disediakan Panitia
2) Peserta harus membawa spidol warna hitam untuk jenis tulisan, pensil, penggaris, penghapus dan spidol warna untuk dekorasi/hiasan
3) Peserta menggunakan kaidah Khot Nasakh
4) Jenis tulisan yang digunakan adalah tulisan mushaf
5) Peserta tidak menggunakan pola yang sudah jadi
6) Waktu disediakan 120 menit
c. Materi lomba adalah:
Materi disediakan panitia berdasarkan makro dari salah satu surat (Al-Falaq, Al-Nasr, Al-Lahab)
d. Aspek yang dinilai adalah sebagai berikut:
1) Kebenaran kaidah tulisan
2) Keindahan hiasan
3) Kebersihan hasil karya
e. Ketentuan lain akan disepakati pada pelaksanaan technical meeting.

6. Murottal wal Imla (Jenjang DTA)
a. Peserta adalah santri DTA putra dan putri
b. Peserta membacakan maqro yang dibacakan oleh Dewan Hakim
c. Peserta menulis teks Al-Qur’an yang dibacakan panitera
d. Materi lomba Juz ‘Amma
e. Urutan penampilan adalah murottal perorangan kemudian imla’ secara bersama-sama.
f. Pembacaan Imla oleh dewan hakim lafadz demi lafadz
g. Kriteria Penilaian terdiri dari:
1) Tajwid terdiri dari : Makhorijul huruf; Sifatul huruf; Ahkamul huruf; Ahkamul Mad wal Qosr
2) Fashohah dan adab terdiri dari: Al waqfu wal ibtida`; Muro`atul huruf wal harokat; Muro`atul huruf wal ayat; Adabul Tilawah
3) Suara dan irama terdiri dari: Keindahan suara; Irama dan variasi; Keutuhan dan tempo bacaan; Pengaturan nafas
4) Tamamul kitabah/Kesempurnaan tulisan
h. Ketentuan lain akan disepakati pada pelaksanaan technical meeting.

7. Atletik : Lari Sprint (Jenjang DTA)
a. Peserta adalah santri DTA putra dan putri
b. Teknik lomba:
1) jarak tempuh pendek/sprint 60 meter bagi putra/putri
2) Lintasan yang digunakan adalah lintasan lurus
3) Menggunakan ukuran waktu
4) Lomba dilakukan dua babak yaitu babak penyisihan dan final.
5) Babak final diambil dari 6 peserta yang memperoleh waktu tercepat dari babak penyisihan
6) Keluar lintasan dinyatakan gugur atau diskualifikasi
7) Apabila terjadi curi/pelanggaran start maka dilakukan pengulangan start
8) Peserta mengenakan sepatu dan kaos olahraga
9) Peraturan yang digunakan adalah yang disesuaikan dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).
c. Aspek yang dinilai adalah sebagai berikut:
1) Kecepatan waktu tempuh
2) Kesesuaian lintasan
3) Apabila terdapat peserta yang memiliki waktu finish sama, maka peserta tersebut dilakukan pertandingan ulang khusus bagi peserta tersebut.
d. Ketentuan lain akan disepakati pada pelaksanaan technical meeting.

8. Futsal (Jenjang DTA)
a. Peserta adalah santri DTA putra
b. b. Setiap tim terdiri dari 9 orang (5 orang Pemain Utama dan 4 orang Pemain Cadangan)
c. Pertandingan dilakukan dalam 3 babak, yaitu: Babak Penyisihan, semifinal dan Babak Final
d. Pertandingan menggunakan sistem gugur Peraturan Umum Pertandingan
1) Pemain
Setiap pertandingan dimainkan oleh dua tim, setiap tim terdiri dari tidak lebih dari lima pemain, salah satu diantaranya adalah penjaga gawang. Pertandingan futsal dimainkan dua babak dengan durasi 2 x 15 menit untuk babak penyisihan, 2 X 20 menit untuk semifinal dan final.
2) Prosedur pergantian pemain
Pergantian pemain cadangan dapat digunakan di dalam setiap pertandingan yang dimainkan di bawah peraturan dari kompetisi resmi pada tingkat FIFA, konfederasi atau asosiasi.
3) Keputusan dan penegasan
- Pada awal permainan, setiap tim harus bermain dengan lima pemain.
- Jika, dalam satu kejadian beberapa pemain dikeluarkan, pemain yang tersisa dari satu tim lebih sedikit dari tiga pemain (termasuk penjaga gawang), maka pertandingan harus dibatalkan.
- Tim lawan dari tim yang kurang dari tiga pemain secara otomatis menjadi pemenangnya dan berhak masuk ke babak selanjutnya.
4) Penentuan Nilai dan Pemenang Jika pada akhir pertandingan terdapat jumlah goal yang sama (seri) maka untuk menentukan pemenangnya, ditentukan sebagai berikut:
- Perpanjangan waktu 2 x 5 menit
- Bila belum menghasilkan pemenang maka dilanjutkan dengan tendangan penalty
- Pelaksanaan tendangan penalti tersebut didasarkan kepada Peraturan Permainan (Laws of The Game) dari FIFA.
f. Ketentuan lain akan disepakati pada pelaksanaan technical meeting.

9. Pembacaan Puisi Islami
a. Peserta adalah 1 orang santri DTA putra dan putri
b. Teknik lomba:
1) Teks puisi disediakan panitia
2) Peserta membacakan satu teks puisi wajib yang disiapkan panitia dan satu teks puisi  bebas yang dipilih peserta sesuai dengan tema yang ditentukan
3) Peserta yang tidak dapat meneruskan lomba dianggap telah selesai
c. Tema puisi adalah:
1) Ketuhanan
2) Pendidikan Islam
3) Cinta Tanah Air
d. Kriteria penilaian adalah:
1) Penampilan:
- Adab
- Mimik
- Intonasi
2) Penghayatan
3) Artikulasi
e. Ketentuan lain akan disepakati pada pelaksanaan technical meeting.

10. Qiraatul Kutub (MQK)
a. Peserta adalah santri DTA Putra dan Putri.
b. Materi yang dibaca dan diterjemahkan peserta lomba adalah bab Thaharoh dan Sholat
c. Kitab yang digunakan adalah kitab safiinatunnajah
d. Aspek penilaian lomba Qiro’atul Kitab meliputi :
1) kelancaran dan kebenaran membaca (sesuai kaidah nahwu dan sorof)
2) ketepatan bacaan dengan memberi makna gandul,
3) ketepatan mengartikan ke dalam bahasa Indonesia
4) adab
e. Diikuti oleh peserta putra dan putri
f. Durasi waktu lomba 5 menit/ peserta
g. Kitab disediakan Panitia
h. Ketentuan lain akan dibicarakan pada pelaksanaan technical meeting


11. Tenis Meja
a. Peserta adalah santri DTA putra dan putri
b. Peserta diwajibkan mengenakan pakaian yang menutup aurat dan tidak tembus pandang meskipun dalam keadaan basah
c. Teknik lomba :
1) Pertandingan yang dilombakan adalah nomor tunggal (Tunggal Putra dan Tunggal Putri)
2) Sistem lomba yang digunakan adalah sistem gugur
3) Peraturan pertandingan yang digunakan adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB. PTMSI)
4) Peserta mengenakan sepatu dan membawa bat masing-masing
5) Pemain yang tidak hadir bertanding setelah lewat 15 menit dari waktu yang ditentukan, maka yang bersangkutan dinyatakan di diskualifikasi untuk pertandingan tersebut.
d. Ketentuan lain akan disepakati pada pelaksanaan technical meeting.

12. Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) tingkat DTW
1. Peserta adalah utusan juara I tingkat Kecamatan terdiri dari 1 orang putra dan 1 putri
2. Peserta hadir di tempat perlombaan maksimal 10 menit sebelum perlombaan dimulai
3. Peserta harus memakai ID CARD pada saat penampilan
4. Peserta mengambil Maqro’  (Bagian yang dibaca) satu menit sebelum penampilan
5. Penampilan peserta maksimal 10 menit (satu babak I) dengan perincian :
2 menit : Qiroah, tarjamah, qowaid, 2 menit : Munaqosyah, Tanya jawab : 3 menit
6. Waktu penampilan ditentukan dengan isyarah lampu:
Kuning I    : Persiapan
Hijau    : Mulai penampilan
Kuning II    : Munaqosyah
Merah    : Penampilan berakhir
7. Peserta tanpa memulai penampilan dengan salam dan mengakhiri tanpa salam
8. Peserta terbaik I,II dan III diambil dari nilai tertinggi pada babak II
9. Peserta yang tidak hadir setelah dipanggil 3x maka dianggap gugur
10. Dewan juri memiliki wewenang untuk mengakhiri penampilan peserta sebelum waktu penampilan usai
11. Penilaian meliputi:
•    Qiroah
•    Fahmul Makna (terjemah)
•    Fahmul Jumal  (penjelasan)
•    Qowaid Nahwiyah dan sorfiyah
•    Munaqosyah
12. Poin penilaian ( masing-masing juri)
•    Qiroah                   
•    Fahmul Makna (terjemah) 
•    Fahmul Jumal  (penjelasan)       
•    Qowaid Nahwiyah dan sorfiyah   
•    Munaqosyah         
13. Materi Perlombaan
1.    Topik pembahasan : Fiqh
2.    Kitab            : Fathul Qarib
14. Apabila ada ada peserta yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di atas dan atau ada indikasi kecurangan, maka panitia berhak untuk mempertimbangkan pendiskualifikasiannya.
15. Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan di atas, akan diatur dan ditetapkan di kemudian sesuai dengan kebutuhan.

13. Syarhil Qur’an (Jenajang DTW)

1. Peserta adalah juara I tingkat kecamatan terdiri dari 1 regu
2. Terdiri dari 3 orang sejenis atau campur
3. Peserta harus memakai ID CARD pada saat penampilan
4. Pembaca, penterjemah & pensyarah
5. Tema : tentang:  Lingkungan Hidup, Persatuan & Kesatuan, Dampak media informasi, hikmah hijrah Nabi Muhammad SAW. 
6. Waktu 10 menit per regu
7. Berbusana Muslim, rapih & sopan
8. Keputusan dewan juri adalah hak paten
9. Penilaian  :
a. Keseuaian materi dengan tema
b. Intonasi, & Ekpresi
c. Artikulasi ( Kejelasan bahasa )
d. Kefasihan Qiro’ah
10. Ketentuan penilaian dan yang lain dibahas dalam technical meeting

14. Qasidah Rebana (jenjang DTW)
1. Peserta adalah Grup /Jam’iah utusan Kecamatan 
2. Setiap Grup /Jami’ah terdiri dari 9 orang (putra saja/putri saja)
3. Peserta adalah murid  DTW.
4. Usia dan jenis kelamin peserta bebas.
5. Lagu Wajib (Menuntut Ilmu) Versi Nurasiyah Jamil  As sabab Medan Lagu Pilihan  (Matahari Dunia,Jilbab Putih,Solatumbisalam,Ashabiyah) Versi bebas.
6. Waktu Lomba selama 15 menit (termasuk Persiapan Alat dan Cek Sound System)
7. Isyarat lomba
a. Lampu kuning       : Mulai
b. Lampu hijau          : Kurang 1 menit
c. Lampu Merah        : Selesai
8. Peserta hadir 10 menit  sebelum lomba.
9. Alat membawa sendiri (genjring dan kecrek=hajir dan tamborin saja)
10. Dilarang Mnggunakan alat berirama nada notasi. Contoh : Seruling, Piano, Belera, Biola dll.
11. Tidak diperkenankan menggunakan alat music elektrik.
12. Keputusan dewan juri adalah hak paten
13. Kriteria penilaian
Vokal
Variasi gerakan dan improvisasi
Kekompakan
Ekpresi
Adab

15. Qasidah Rebana Tradisional (Jenjang Guru DT)
a. Peserta adalah Guru DT beregu/campuran dengan jumlah peserta 9 orang  utusan dari Kafilah Kecamatan
b. Teknik lomba:
Peserta mengenakan kostum
Peserta membawakan lagu wajib dan salah satu lagu pilihan yang ditentukan panitia
Peserta tampil berdasarkan nomor urut hasil undian
Peserta tampil maksimal 15 menit dan tidak boleh memperkenalkan diri
Peserta membawa peralatan sendiri berupa : Rebana dan Kecrek.
Apabila sudah dipanggil  3 x belum hadir, akan ditampilkan diakhir urutan
c. Materi lomba
Lagu wajib adalah Sholawat Nabi (Tola’al badru)
Lagu pilihan adalah Salamim Ba’id, Magadir dan Perdamaian
d. Aspek yang dinilai adalah sebagai berikut:
a. Vocal
b. Variasi gerakan dan improvisasi
c. Kekompakan
d. Ekspresi
e. Adab
e. Ketentuan lain akan dibicarakan pada pelaksanaan technical meeting

16. Show  Oppoc/Karnaval (Jenjang Kafilah)
a. Persyaratan Peserta     :
1.    Setiap peserta harus mencerminkan/merefresentasikan keadaan Diniyah.
2.    Setiap peserta wajib memasukkan synopsis (ringkasan cerita) dan jumlah orang yang
       mengikuti karnaval sebanyak 3  (tiga) rangkap ke panitia.
3.    Setiap peserta wajib membawa papan nama  Kafilah/PAC-FKDT masing-masing
4.    Peserta terdiri dari semua umur (tidak ada batasan umur)
6.    Jumlah orang dari masing-masing peserta pada saat start harus sama dengan jumlah
       pada saat finish.
7.    Penilaian dewan juri dianggap sah dan mutlak serta tidak dapat diganggu gugat.

b. Kriteria Penilaian    :
 1.    Kreativitas
 2.    Penampilan
 3.    Estetika
 4.    Kekompakan
 5.    Kedisiplinan

c. Keterangan    : 
-    Karnaval tidak termasuk penilaian Juara Umum

-    Penyerahan Piala langsung  pada upacara Penutupan PORSADIN V tingkat Kabupaten

Contoh-Contoh Sikap Spritual dan Sosial Yang Dinilai Pada Semua Mata Pelajaran Kurtilas

OSZ : Contoh-Contoh Sikap Spritual dan Sosial Yang Dinilai Pada Semua Mata Pelajaran Kurtilas

Penilaian Sikap tidak hanya dinilai oleh guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP) dan PPKn saja. Sikap yang dinilai oleh guru mata pelajaran selain Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP) dan PPKn adalah sikap spiritual dan sikap sosial yang muncul secara alami selama pembelajaran di kelas maupun di luar kelas.

Berikut ini contoh sikap spiritual yang dapat digunakan dan dinilai pada semua mata pelajaran:
a) berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan;
b) menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya;
c) memberi salam pada saat awal dan akhir kegiatan;
d) bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa;
e) mensyukuri kemampuan manusia dalam mengendalikan diri;
f ) bersyukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu;
g) berserah diri (tawakal) kepada Tuhan setelah berikhtiar atau berusaha;
h) memelihara hubungan baik sesama umat ciptaan Tuhan Yang Maha Esa;
i) bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bangsa Indonesia;
j) menghormati orang lain yang menjalankan ibadah sesuai agamanya.

Berikut adalah contoh indikator sikap sosial untuk semua mata pelajaran:

a) Jujur, yaitu perilaku dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, misalnya:
• tidak menyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan;
• tidak menjadi plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber);
• mengungkapkan perasaan apa adanya;
• menyerahkan barang yang ditemukan kepada yang berwenang;
• membuat laporan berdasarkan data atau informasi apa adanya;
• mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki.

b) Disiplin, yaitu tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh padaberbagai ketentuan dan peraturan, misalnya:
•  datang tepat waktu;
•  patuh pada tata tertib atau aturan bersama/sekolah;
• mengerjakan/mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan, mengikuti kaidah berbahasa tulis yang baik dan benar.

c) Tanggung jawab, yaitu sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa,misalnya:
• melaksanakan tugas individu dengan baik;
• menerima resiko dari tindakan yang dilakukan;
• tidak menyalahkan/menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat;
• mengembalikan barang yang dipinjam;
• mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan;
• menepati janji;
• tidak menyalahkan orang lain untuk kesalahan karena tindakan dirinya sendiri;
• melaksanakan apa yang pernah dikatakan tanpa disuruh/diminta.

d) Santun, yaitu sikap baik dalam pergaulan baik dalam berbahasamaupun bertingkah laku. Norma kesantunan bersifat relatif, artinya yang dianggap baik/santun pada tempat dan waktu tertentu bisa berbeda pada tempat dan waktu yang lain, misalnya:
• menghormati orang yang lebih tua;
• tidak berkata-kata kotor, kasar, dan takabur;
• tidak meludah di sembarang tempat;
• tidak menyela pembicaraan pada waktu yang tidak tepat;
• mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan orang lain;
• bersikap 3S (salam, senyum, sapa);
• meminta ijin ketika akan memasuki ruangan orang lain atau menggu-nakan barang milik orang lain;
• memperlakukan orang lain seperti diri sendiri ingin diperlakukan

e) Percaya diri, yaitu suatu keyakinan atas kemampuannya sendiri untukmelakukan kegiatan atau tindakan, misalnya:
• berpendapat atau melakukan kegiatan tanpa ragu-ragu;
• mampu membuat keputusan dengan cepat;
• tidak mudah putus asa;
• tidak canggung dalam bertindak;
• berani presentasi di depan kelas;
• berani berpendapat, bertanya, atau menjawab pertanyaan.

f ) Peduli, adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah danmemperbaiki penyimpangan dan kerusakan (manusia, alam, dan tatanan), misalnya:

• Membantu orang yang memerlukan
• Tidak melakukan aktivitas yang mengganggu dan merugikan orang lain
• Melakukan aktivitas sosial untuk membantu orang-orang yang me-merlukan
• Memelihara lingkungan sekolah
• Membuang sampah pada tempatnya
• Mematikan kran air yang mengucurkan air
• Mematikan lampu yang tidak digunakan
• Tidak merusak tanaman di lingkungan sekolah

Indikator untuk setiap butir sikap dapat dikembangkan sesuai keperluan satuan pendidikan. Indikator-indikator tersebut dapat berlaku untuk semua mata pelajaran.

Guru mata pelajaran selain PABP dan PPKn dapat memilih teknik penilaian observasi, tetapi juga dapat memilih teknik penilaian diri maupun penilaian antar teman. Penggunaan penilaian diri dan penilaian antar teman dapat digunakan minimal satu kali dalam satu semester. Penentuan teknik penilaian sikap harus diikuti dengan penentuan instrumen penilaian. Pendidik dapat memilih jurnal sebagai instrumen penilaian atau instrumen lain yang relevan.

Penilaian sikap dilakukan oleh guru mata pelajaran (selama proses pembelajaran pada jam pelajaran) dan/atau di luar jam pembelajaran, guru bimbingan konseling (BK), dan wali kelas (selama peserta didik di luar jam pelajaran).

Penilaian sikap spiritual dan sosial dilakukan secara terus-menerus selama satu semester. Penilaian sikap spiritual dan sosial di dalam kelas maupun diluar jam pembelajaran dilakukan oleh guru mata pelajaran, wali kelas dan guru BK. Guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas mengikuti perkembangan sikap spiritual dan sosial, serta mencatat perilaku peserta didik yang sangat baik atau kurang baik dalam jurnal segera setelah perilaku tersebut teramati atau menerima laporan tentang perilaku peserta didik.

Sikap dan perilaku peserta didik yang teramati oleh pendidik ini dan tercacat dalam jurnal, akan lebih baik jika dikomunikasikan kepada peserta didik yang bersangkutan dan kepadanya diminta untuk paraf di jurnal, sebagai bentuk “pengakuan” sekaligus merupakan upaya agar peserta didik yang bersangkutan segera menyadari sikap dan perilakunya serta berusaha untuk menjadi lebih baik.

Sumber : Buku Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Tingkat SMP Revisi 2017

Cara Setting Absensi Guru Di SIMPATIKA

OSZ : Cara Setting Absensi Guru Di SIMPATIKA

Pada semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 Setting Absensi Guru Di SIMPATIKA defaultnya menjadi Tidak Hadir ( X ). Admin Madrasah dapat melakukan set kehadiran guru melalui menu Madrasah. Adapun untuk langkah-langkahnya sebagai berikut : 

1. Login sebagai admin Madrasah 
2. Pada laman akun, pilih layanan SIMPATIKA MADRASAH.
3. Selanjutnya pada laman beranda admin, pilih menu Sekolah >> Absensi . Pada kolom Absensi Guru, klik tombol Lihat Absensi.
4. Admin Madrasah/Sekolah akan diarahkan ke laman Absensi guru.
5. Jika madrasah belum menentukan hari libur sebelumnya, akan ditampilkan kotak dialog Pengaturan Hari Libur, silakan tentukan hari libur dan Simpan.
juga dapat mengubah hari libur yang sudah ditentukan sebelumnya dengan cara klik tombol Pengaturan Hari Libur. 

6. Secara aturan, sistem akan menjadikan kehadiran guru pada hari tersebut menjadi Tidak Hadir. Silakan set absensi guru pada daftar menjadi Hadir atau yang lainnya. Untuk set absensi guru hadir satu persatu, dapat dilakukan dengan cara klik tombol opsi pada kolom guru yang diinginkan dan pilih opsi menu Edit Kehadiran.

Ulangi langkah diatas untuk set status kehadiran guru lainnya.

7. Sahabat juga dapat set status kehadiran guru yang ada secara masal. Pertama yang harus dilakukan adalah memilih semua guru dengan cara klik tombol centang Pilih Semua. Setelah semua guru dipilih semua, klik tombol opsi dan pilih status kehadiran guru-guru tersebut.
Pilih YA pada kotak dialog untuk menkonfirmasi.
Set kehadiran guru secara masal berhasil dilakukan, ulangi langkah ke 11 – 13 diatas untuk set absensi guru didaftar halaman berikutnya.

8. Sahabat juga dapat set kehadiran guru secara keseluruhan dengan cara unggah file rekap kehadiran dalam bentuk file excel. Pertama yang harus dilakukan adalah unduh format absensi terlebih dahulu. Klik tombol Upload Data Absensi. Pada kotak dialog Unggah Data Absensi, klik tombol Unduh Format Absensi.
Setelah file tersebut diisikan dan disimpan, klik kembali tombol Upload Data Absensi. Pada langkah selanjutnya akan ditampilkan hasil pengecekan data oleh sistem, klik Simpan untuk memproses dan klik Selesai sebagai konfirmasi.









Download Buku PAI dan Bahasa Arab Kurikulum 2013 Untuk Madrasah MI, MTs dan MA

OSZ : Download Buku PAI dan Bahasa Arab Kurikulum 2013 Untuk Madrasah MI, MTs dan MA

Sahabat OSZ semua, berikut link download Buku PAI dan Bahasa Arab Kurikulum 2013 Untuk Madrasah untuk tingkat MI, MTs dan MA yang dishare langsung dari Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan Dan Kesiswaan Madrasah (Direktorat KSKK Madrasah). 

Silahkan download melalui link berikut : 


Semoga bermanfaat ... !!

Download Modul Materi Bimtek Kurikulum 2013 SMP Tahun 2018

OSZ : Download Modul Materi Bimtek Kurikulum 2013 SMP Tahun 2018

Penguatan Pendidikan Karakter merupakan platform pendidikan nasional yang memperkuat Kurikulum 2013. Modul Pelatihan Kurikulum 2013 ini telah mengintegrasikan tiga strategi implementasi Penguatan Pendidikan Karakter yaitu pendidikan karakter berbasis kelas, pendidikan karakter berbasis budaya sekolah, dan pendidikan karakter berbasis masyarakat sehingga implementasi Kurikulum 2013 menjadi bagian integral dalam penguatan pendidikan karakter, kecakapan literasi, dan HOTS (High Learning Order Thinking Skill).

Berikut Modul Materi Bimtek Kurikulum 2013 SMP Tahun 2018, silahkan sahabat bisa download langsung : 

Materi Pokok Modul Diklat Pendidkan Agama, Unduh

Materi Pokok Modul Diklat PKn, Unduh

Materi Pokok Modul Diklat Bahasa Indonesia, Unduh

Materi Pokok Modul Diklat Bahasa Inggris, Unduh

Materi Pokok Modul Diklat Matematika, Unduh

Materi Pokok Modul Diklat IPA, Unduh

Materi Pokok Modul Diklat IPS, Unduh

Materi Pokok Modul Diklat PJOK, Unduh

Materi Pokok Modul Diklat Prakarya, Unduh

Materi Pokok Modul Diklat Seni Budaya, Unduh

Materi Implementasi PPK (Penguatan Pendidikan Karakter), Unduh

Panduan Penilaian SMP, Unduh

Modul Literasi, Unduh

Panduan E-Rapor SMP, Unduh

Petunjuk Teknis Anugrah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Tahun 2018

OSZ : Petunjuk Teknis Anugrah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Tahun 2018

Pendidikan merupakan salah satu sektor pembangunan yang merupakan program prioritas pemerintah dalam rangka menghadapi persaingan global dalam berbagai aspek kehidupan. Pendidikan yang bermutu memberikan sumbangan dalam menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 40 ayat (2) menyatakan bahwa Pendidik dan Tenaga Kependidikan berkewajiban memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga profesi, dan kedudukan dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Mengingat pentingnya peran guru dan tenaga kependidikan madrasah yang berdedikasi dan berprestasi dalam meningkatkan profesinya, maka sudah sepantasnyalah kepada guru, kepala madrasah, pengawas madrasah, laboran dan pustakawan diberikan penghargaan yang layak.

Sistem penghargaan dalam bentuk “Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah” perlu dilakukan secara ketat, transparan dan terukur, sehingga dapat memberi rasa kebanggaan yang dapat memotivasi para guru, kepala madrasah, pengawas madrasah, laboran dan pustakawan untuk meningkatkan tugas-tugas profesinya, yang pada akhirnya mampu menjawab tantangan era global yang berbasis keunggulan.

Dalam penyelenggaraan pendidikan di Raudlatul Athfal (RA) dan Madrasah, peran guru dan tenaga kependidikan madrasah sangat penting dan strategis. Tugas dan tanggung jawab pendidik dan tenaga kependidikan sebagai pemimpin, motivator dan supervisor serta mitra kerja sangat menentukan, dan oleh karena itu diperlukan adanya pembinaan yang efektif. Selain itu, bagi mereka yang memiliki komitmen tinggi, kinerja yang bagus, prestasi dan inovasi untuk kemajuan RA dan Madrasah, selayaknyalah memperoleh pengakuan dan apresiasi dari semua pihak terkait, khususnya Kementerian Agama selaku instansi pembina dan pengguna. Hal ini penting agar semangat kerja, kreativitas, dedikasi dan komitmen serta kinerja mereka dapat terus terpelihara dan meningkat dari waktu ke waktu.

Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah tingkat nasional ini merupakan salah satu bentuk penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Agama kepada mereka yang memiliki dedikasi, kompetensi, kinerja dan prestasi tinggi, khususnya dalam bidang pengembangan potensi peserta didik/masyarakat, pengembangan satuan pendidikan dan pengembangan profesionalisme yang relevan dengan tugas mereka sebagai guru, kepala madrasah, pengawas madrasah, laboran dan pustakawan pada satuan pendidikan RA dan Madrasah.

Kriteria Peserta

1. Guru Tetap RA dan Madrasah
  1. Aktif melaksanakan tugas sebagai guru kelas atau guru mata pelajaran;
  2. Berstatus PNS atau Bukan PNS;
  3. Pendidikan terakhir sekurang-kurangnya Sarjana (S1) atau D.IV;
  4. Telah melaksanakan tugas sebagai guru pada RA dan Madrasah sekurang-kurangnya 7 (tujuh) tahun;
  5. Belum pernah mendapatkan penghargaan/apresiasi peringkat/juara I di tingkat nasional/ internasional, selama 3 (tiga) tahun berturut-turut;
  6. Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin selama melaksanakan tugas sebagai guru.


2. Kepala RA dan Madrasah
  1. Aktif melaksanakan tugas sebagai kepala RA dan Madrasah;
  2. Berstatus PNS atau Guru tetap bagi yang Bukan PNS;
  3. Pendidikan terakhir sekurang-kurangnya Sarjana (S1) atau D.IV.
  4. Telah melaksanakan tugas sebagai kepala pada RA dan Madrasah sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun;
  5. Belum pernah mendapatkan penghargaan/apresiasi peringkat/juara I di tingkat nasional/ internasional, selama 3 (tiga) tahun berturut-turut;
  6. Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin selama melaksanakan tugas sebagai guru/kepala satuan pendidikan.


3. Pengawas Sekolah pada Madrasah
  1. Aktif melaksanakan tugas sebagai pengawas sekolah pada madrasah;
  2. Berstatus sebagai PNS;
  3. Pendidikan terakhir sekurang-kurangnya S1 atau D.IV;
  4. Telah melaksanakan tugas sebagai pengawas pada RA dan Madrasah sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun;
  5. Belum pernah mendapatkan penghargaan/apresiasi peringkat/juara I sejenis di tingkat nasional/internasional;
  6. Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin selama melaksanakan tugas sebagai pengawas satuan pendidikan.
  7. Calon yang diusulkan telah dikelompokan oleh Kepala Kanwil setempat sebagai pengawas sekolah pada madrasah, bukan pengawas PAI pada sekolah.


4. Laboran pada Madrasah
  1. Aktif melaksanakan tugas sebagai laboran pada madrasah, memiliki SK pengangkatan sebagai laboran;
  2. Pendidikan terakhir sekurang-kurangnya D-3 dan keahlian laboran, tanpa dibatasi usia, kepangkatan dan golongan;
  3. Telah melaksanakan tugas sebagai laboran pada madrasah sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun;
  4. Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin selama melaksanakan tugas sebagai laboran pada madrasah;


5. Pustakawan pada Madrasah
  1. Aktif melaksanakan tugas sebagai pustakawan pada madrasah, memiliki SK pengangkatan sebagai pustakawan;
  2. Pendidikan terakhir sekurang-kurangnya D-3, tanpa dibatasi usia, kepangkatan dan golongan;
  3. Telah melaksanakan tugas sebagai pustakawan pada madrasah sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun;
  4. Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin dalam melaksanakan tugas sebagai pustakawan pada madrasah;
Untuk lengkapnya silahkan download pada link di bawah ini :

Link Download : 

Back To Top