Petunjuk Penulisan Blanko Ijazah & SHUAMBN MI, MTs, MA Tahun Pelajaran 2017/2018


OSZ : Petunjuk Penulisan Blanko Ijazah & SHUAMBN MI, MTs, MA Tahun Pelajaran 2017/2018

Telah rilis Petunjuk Penulisan Blanko Ijazah & SHUAMBN MI, MTs, MA Tahun Pelajaran 2017/2018 melalui surat dari Dirjen Pendis Nomor :660/Dj. I/Dt.I.l.1/ PP 00 /04/2018 Tanggal 27 April 2018 tentang Pemberitahuan Terkait Juknis Penulisan Blangko Ijazah dan SHUAMBN Tahun Pelajaran 2017/2018. 

Petunjuk Penulisan Blanko Ijazah & SHUAMBN MI, MTs, MA Tahun Pelajaran 2017/2018 ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor : 2161 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis Penulisan Blangko Ijazah Madrasah Dan Sertifikat Hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018. 

Tujuan dan Manfaat : 

Petunjuk Teknis ini dibuat dengan tujuan sebagai berikut:
1. Memberikan petunjuk secara umum tentang penulisan blanko ljazah dan SHUAMBN.
2. Memberikan petunjuk secara khusus tentang penulisan blanko Ijazah dan SHUAMBN.

Nilai Ijazah : 

Nilai Ijazah merupakan gabungan dari nilai rata-rata rapor dengan bobot 50% dan nilai ujian dengan bobot 50%. Dengan ketentuan sebagai berikut;

1) Nilai rata-rata rapor MI adalah nilai rata-rata rapor semester 7, 8, 9, 10 dan 11
2) Nilai rata-rata rapor MTs adalah nilai rata-rata rapor semester 1, 2, 3, 4 dan 5
3) Nilai rata-rata rapor MA adalah nilai rata-rata rapor semester 1, 2, 3, 4 dan 5
4) Nilai rata-rata rapor MTs atau MA yang menyelenggarakan SKS 4 (empat) semester adalah nilai rata-rata rapor semester 1, 2 dan 3
5) Nilai rata-rata rapor, dengan rentang nilai 0 (nol) sampai 100 (seratus) dengan bilangan bulat tanpa angka desimal.
Contoh: 85,35 dibulatkan 85
6) Nilai Ujian adalah nilai hasil ujian tulis dan/ atau praktek tiap mata pelajaran yang diselenggarakan madrasah. Nilai Ujian dengan rentang nilai 0 (nol) sampai 100 (seratus) dengan bilangan bulat tanpa angka desimal.
Contoh: 80,68 dibulatkan 81
7) Nilai Ijazah, diisi angka dengan rentang nilai 0 (nol) sampai 100 (seratus) dengan bilangan bulat disertai huruf.
Contoh: 87 (delapan tujuh)

Bagi sahabat yang membutuhkan filenya silahkan download langsung di link yang telah disediakan. 


Link Download : 


Download Juknis BOS Madrasah - Kemenag Tahun 2018

OSZ : Download Juknis BOS Madrasah - Kemenag Tahun 2018

BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Menurut PP 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan, biaya non personalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya tidak langsung berupa daya, air, jasa, telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dll. Namun demikian, ada beberapa jenis pembiayaan personalia yang diperbolehkan dibiayai dengan dana BOS.

Maka dalam rangka akuntabilitas pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah pada Madrasah Tahun Anggaran 2018, maka dibuatlah petunjuk teknis BOS Madrasah Tahun Anggaran 2018 yang disahkan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor : 451 Tahun 2018 Tentang PETUNJUK TEKNIS BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH PADA MADRASAH TAHUN ANGGARAN 2018. 

Besaran biaya satuan BOS yang diterima oleh madrasah pada tahun 2018 masih tetap seperti tahun sebelumnya, yakni dihitung berdasarkan jumlah siswa di madrasah tersebut dengan penghitungan:
Rp. 800.000,- / siswa / tahun bagi Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Rp. 1.000.000,- / siswa / tahun bagi Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Rp. 1.400.000,- / siswa / tahun bagi Madrasah Aliyah (MA)

Untuk detailnya mengenai Juknis BOS Madrasah Tahun 2018 silahkan sahabat download saja filenya langsung dari link yang kami sediakan. 

Link Download : 

Juknis Pembayaran TPG Guru Madrasah Tahun 2018

OSZ : Juknis Pembayaran TPG Guru Madrasah Tahun 2018

Akhirnya TPG Guru Madrasah Tahun 2018 bisa dicairkan. Direktur Jenderal Pendidikan Islam telah mengeluarkan SK Nomor 7214 Tahun 2017 Tentang Petunjuk Teknis Pembayaran Tunjangan Profesi Bagi Guru Madrasah Tahun 2018 yang ditandatangani pada tanggal 29 Desember 2017 dan baru dirilis pada bulan Maret 2018. 

Pada Juknis TPG Guru Madrasah Tahun 2018 terdapat  5 pokok pembahasan yaitu sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan
Bab II Besaran dan Sumber Dana
Bab III Penerima Tunjangan Profesi Guru
Bab IV Pembayaran Tunjangan Profesi
Bab V Penutup

Berikut Kriteria Penerima Tunjangan Profesi Guru Madrasah Tahun 2018 adalah sebagai berikut : 










Bagi sahabat yang mau download file silahkan download langsung pada link yang telah disediakan. Semoga bermanfaat !

Link Download : 

Petunjuk Teknis Pendataan Calon Peserta Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018


OSZ : Petunjuk Teknis Pendataan Calon Peserta Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018

Petunjuk teknis ini disusun dalam rangka memberikan arahan dan pedoman secara teknis bagi panitia UN di tingkat provinsi, kota/kab, dan sekolah, sehingga data yang diperoleh mampu meningkatkan kualitas dan aksesbilitas, akuntabilitas serta kredibilitas sistim Ujian Nasional.

Petunjuk teknis ini mencakup: 
(1) Pendahuluan, 
(2) Penjelasan Umum, 
(3) Tugas dan tanggungjawab, 
(4) Mekanisme, dan 
(5) Jadwal pendataan.

Bagi sahabat yang membutuhkan filenya silahkan download langsung di link yang telah disediakan. Semoga sukses dan lancar Ujian Nasional di tahun pelajaran ini. Semoga bermanfaat...!!!


Link Download : 

Petunjuk Teknis Pembayaran Tunjangan Fungsional Bagi Guru RA/Madrasah Bukan PNS Tahun 2017

OSZ : Petunjuk Teknis Pembayaran Tunjangan Fungsional Bagi Guru RA/Madrasah Bukan PNS Tahun 2017

Alhamdulillah kabar gembira bagi guru-guru RA/Madrasah Bukan PNS telah terbit juknis Tufung untuk tahun ini yaitu Keputusan Dirjen Pendis No. 7331 tahun 2016 tentang Juknis Pelaksanaan Pemberian Subsidi Tunjangan Fungsional Bagi Guru RA/Madrasah Bukan PNS Tahun 2017. 

Sasaran / Penerima STF-GBPNS Tahun 2017 adalah guru dengan kriteria atau persyaratan sebagai berikut : 
  1. Berstatus sebagai guru RA/Madrasah 
  2. Bukan PNS atau CPNS pada Kementerian Agama atau instansi lain. 
  3. Aktif mengajar dan terdaftar di Program SIMPATIKA
  4. Memiliki Nomor NPK atau NUPTK
  5. Berstatus sebagai GURU TETAP pada satuan pendidikan yang memiliki izin pendirian dari Kementerian Agama (negeri & swasta). Guru Satminkal di Madarasah Swasta SK Pengangkatan oleh Ketua Yayasan. Guru Satminkal di Madrasah Negeri SK Pengangkatan oleh Kepala Kemenag Kab./Kota atau Kepala Madrasah Negeri guru bersangkutan.

Berkas yang harus ada bagi guru yang diusulkan menjadi penerima STF-GBPNS Tahun 2017
  1. Bukti keaktifan status mengajar dan nama identitas PTK berupa printout format S25a dan atau kartu PTK yang tercetak secara digital melalui SIMPATIKA. 
  2. SK sebagai guru tetap (dari Ketua Yayasan atau Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota atau Kepala Madrasah Negeri )
  3. Surat Keterangan Mengajar yang dilampiri dengan jadwal mengajar. 
  4. Fotocopi Ijazah S1 / D4 (bagi yang memiliki) 
  5. Surat Pernyataan Kinerja 
 Untuk lebih detilnya silahkan sahabat download saja pada link yang telah saya sediakan.

Link Download 
DOMPET DHUAFA OSZ

Juknis Penulisan Ijazah dan SHUAMBN Tingkat MI, MTs dan MA Tahun Pelajaran 2016/2017


Telah terbit Petunjuk Teknis Penulisan Blanko Ijazah Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) dan Sertifikat Hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (SHUAMBN) Tahun Pelajaran 2016/2017 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor : 2094 Tahun 2017. 

Pada Juknis ini, terdapat dua format blanko pengisian untuk Ijazah dengan Kurikulum 2013 dan blanko Ijazah dengan Kurikulum 2006 (KTSP)

Biar lebih jelas dan lengkap silahkan download saja di link yang telah saya sediakan. Semoga bermanfaat... :)

Link Download : 
DOMPET DHUAFA OSZ

Download Juknis BOS Madrasah Tahun Anggaran 2017

OSZ : Download Juknis BOS Madrasah Tahun Anggaran 2017

BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Menurut PP 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan, biaya non personalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya tidak langsung berupa daya, air, jasa, telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dll. Namun demikian, ada beberapa jenis pembiayaan investasi dan personalia yang diperbolehkan dibiayai dengan dana BOS. Secara detail jenis kegiatan yang boleh dibiayai dari dana BOS dibahas pada bagian penggunaan dana BOS.

Berdasarkan sumber data Education Management Information System (EMIS) untuk Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat Madrasah Ibtidaiyah mencapai angka 12,93%, Madrasah Tsanawiyah mencapai angka 23,54% dan Madrasah Aliyah mencapai angka 9,75%.

Melalui program kerja pemerintah dalam bentuk Bantuan Operasional Sekolah untuk 49.337 madrasah yang dialokasikan pada anggaran DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tahun anggaran 2017, diharapkan anggaran yang besar tersebut dapat meningkatkan layanan mutu pendidikan di madrasah.

Pelaksanaan program BOS melalui APBN yang alokasi anggarannya tidak sedikit ini harus dapat dipertanggungjawabkan oleh semua pelaksana baik di satuan kerja Kementerian Agama maupun madrasah swasta, sehingga diperlukan regulasi dalam bentuk petunjuk teknis yang dapat dipahami dan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan program BOS tahun 2017. Dengan adanya PMK Nomor 173/2016 tentang Perubahan Atas PMK Nomor 168/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga, lebih memudahkan mekanisme pencairan dikarenakan lebih fleksibel dalam tahapan pencairan dan penyederhanaan bentuk surat pertanggungjawaban dana BOS.

Bagi sahabat OSZ yangmembutuhkan filenya secara lengkap, silahkan download saja pada link yang telah disediakan. Semoga bermanfaat !!

Link Download : 


 Lanjutin bacanya...... :) 

Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan yang bermutu. Secara khusus program BOS bertujuan untuk :
  1. Membebaskan segala jenis biaya pendidikan bagi seluruh siswa miskin di tingkat pendidikan dasar, baik di madrasah negeri maupun madrasah swasta. 
  2. Membebaskan biaya operasional sekolah bagi seluruh siswa MI negeri, MTs negeri dan MA Negeri. 
  3. Meringankan beban biaya operasional sekolah bagi siswa di madrasah swasta.
Sasaran program BOS adalah semua Madrasah Negeri dan Swasta di seluruh Provinsi di Indonesia yang telah memiliki izin operasional.

Siswa madrasah penerima BOS adalah lembaga madrasah yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pada pagi hari dan siswanya tidak terdaftar sebagai siswa SD, SMP, atau SMA. Bagi madrasah yang menyelenggarakan kegiatan pembelajaran pada sore hari, dapat menjadi sasaran program BOS setelah dilakukan verifikasi oleh Seksi Madrasah/TOS Kabupaten/Kota.

Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh madrasah, dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan:
1. Madrasah Ibtidaiyah : Rp. 800.000,-/siswa/tahun
2. Madrasah Tsanawiyah : Rp. 1.000.000,-/siswa/tahun 
3. Madrasah Aliyah : Rp. 1.400.000,-/siswa/tahun

Petunjuk Teknis Program Indonesia Pintar (PIP) Untuk Siswa Madrasah Tahun 2017


OSZ : Petunjuk Teknis Program Indonesia Pintar (PIP) Untuk Siswa Madrasah Tahun 2017

Berdasarkan SK Dirjen Pendis Nomor 481 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Program Indonesia Pintar (PIP) Untuk Siswa Madrasah Tahun Anggaran 2017 bahwa dalam rangka pemerataan pendidikan dan menurunkan angka anak putus sekolah serta menarik anak untuk mau kembali bersekolah, pemerintah melalui Kementerian Agama RI menyelenggarakan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa madrasah. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) perlu diatur petunjuk teknis program dimaksud sehingga penyaluran dana bantuan dapat tepat sasaran. 

Bagi sahabat OSZ semua yang membutuhkan Petunjuk Teknis Program Indonesia Pintar (PIP) Untuk Siswa Madrasah Tahun Anggaran 2017 silahkan download pada link yang telah saya sediakan. Semoga bermanfaat... :)

Link Download : 




Download Juknis Penyaluran TPG Bagi Guru Madrasah Tahun 2017


OSZ : Download Juknis Penyaluran TPG Bagi Guru Madrasah Tahun 2017

Telah terbit Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Bagi Guru Madrasah Tahun 2017 berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7394 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Bagi Guru Madrasah Tahun 2017. 

Dengan dikeluarkannya SK Dirjen Pendis No.7394 Tahun 2016 ini berimbas pada sistem yang ada pada SIMPATIKA yang selama ini menjadi prasyarat untuk pencairan Tunjangan Profesi Guru di Madrasah. Saat ini SIMPATIKA pusat sedang melakukan Proses pemutakhiran SIMPATIKA yang dijadwalkan pada Hari Selasa tanggal 4 April 2017 mulai pk. 18.00 WIB hingga Hari Minggu tanggal 9 April 2017. Selama proses pemutakhiran berlangsung proses transaksi S25, SKMT dan SKBK akan ditutup sementara waktu.

"Kami himbau kepada pengguna SIMPATIKA khususnya para Guru dan Pengawas, selama masa pemutakhiran ini untuk mempelajari lebih lengkap Juknis TPG 2017 sebagai dasar pengelolaan TPG Kemenag yang tersistem melalui SIMPATIKA selama periode 2017 ini.", Admin Pusat mengatakan melalui akun facebook resmi SIMPATIKA. 

Bagi sahabat OSZ  yang ingin mempelajarinya silahkan download pada link yang telah disediakan. Semoga bermanfaat.. :)

Link Download : 
DOMPET DHUAFA OSZ

Download Pedoman PPDB Madrasah Tahun Pelajaran 2016/2017


Pedoman PPDB yang disusun untuk tahun ajaran 2016 – 2017 mengacu pada Peraturan Bersama Antara Menteri Pendidikan dan Kebudayan Republik Indonesia dan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2/VII/PB/2014 dan Nomor 7 Tahun 2014 tentang tentang Penerimaan Peserta Didik Baru TK/RA/BA dan Sekolah/Madrasah.

Data PPDB dari berbagai madrasah di Indonesia sangat berkaitan erat dengan Angka Partisipasi Kasar dan Angka Partisipasi Masyarakat Madrasah, anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan pendirian madrasah baru. Untuk itu, dalam pedoman ini dijelaskan tugas dan tanggungjawab mulai dari madrasah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kanwil Kementerian Agama Provinsi dan Direktorat Pendidikan Madrasah dalam pelaksanaan PPDB setiap tahun pelajaran baru. Laporan PPDB dari masing-masing unit terkait sangat bermanfaat bagi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dalam menentukan kebijakan penyelenggaraan pendidikan madrasah berikutnya.

Link Download : 

Download Juknis Tunjangan Fungsional Guru Bukan PNS Tahun 2016

Berdasarkan SK Dirjen Pendis Nomor 1029 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian Subsidi Tunjangan Fungsional Bagi Guru RA/ Madrasah Bukan Pegawai Negeri Sipil (STF GBPNS) Tahun 2016 adalah untuk meningkatkan :
1. Kualitas proses belajar mengajar dan prestasi belajar peserta didik di Madrasah;
2. Motivasi dan Kinerja Guru dalam melaksanakan tugasnya, dan 
3. Kesejahteraan Guru RA/ Madrasah Bukan PNS

Jumlah Dana Subsidi yang akan diterima oleh guru adalah sebesar Rp. 250.000, / bulan atau sama dengan Rp. 3.000.000,- dalam setahun. Subsidi ini berlaku untuk satu tahun terhitung bulan Januari 2016 sampai dengan bulan Desember 2016 (12 bulan). 

Untuk lebih jelasnya dan lengkap silahkan download di link di bawah ini : 

Link Download :

PETUNJUK TEKNIS PROGRAM INDONESIA PINTAR UNTUK SISWA MADRASAH TAHUN ANGGARAN 2016

PETUNJUK TEKNIS PROGRAM INDONESIA PINTAR UNTUK SISWA MADRASAH TAHUN ANGGARAN 2016
Berdasarkan surat keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1022 Tahun 2016 Tentang PETUNJUK TEKNIS PROGRAM INDONESIA PINTAR UNTUK SISWA MADRASAH TAHUN ANGGARAN 2016 bahwa dalam rangka pemerataan pendidikan dan menurunkan angka anak putus sekolah serta menarik anak untuk mau kembali bersekolah, pemerintah melalui Kementerian Agama RI menyelenggarakan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa madrasah. Juknis ini merupakan dalam rangka pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) dan perlu diatur petunjuk perencanaan, pelaksanaan dan monev program dimaksud. 

Untuk lebih jelasnya silahkan download di Link berikut :


PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MAN INSAN CENDEKIA TAHUN PELAJARAN 2016/2017

PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MAN INSAN CENDEKIA TAHUN PELAJARAN 2016/2017
PETUNJUK TEKNIS
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB)
MAN INSAN CENDEKIA
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi sebuah satuan pendidikan adalah kegiatan yang amat penting dan mempunyai nilai strategis untuk menjaring calon peserta didik yang berpotensi. Demikian halnya bagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia, proses PPDB dijadikan sarana untuk menjaring calon peserta didik yang berpotensi ditinjau dari sisi akademik, kepribadian, keimanan, dan kesehatan, sehingga diharapkan dapat mengikuti pendidikan secara optimal di madrasah dengan sistem berasrama.

Penerimaan peserta didik baru MAN Insan Cendekia tahun pelajaran 2016/2017 diharapkan dapat menjaring peserta didik yang berpotensi, yang dapat dilihat dari beberapa indikator: potensi dasar peserta didik, kemampuan verbal, kemampuan numerik, kemampuan analitis, kemampuan menyerap informasi, kemampuan adaptasi, daya juang, dan kepribadian yang baik serta tes akademik yang meliputi tes bidang studi: Matematika, IPA/IPS, Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Arab.

Proses seleksi memperhatikan kemudahan pemberian akses dan kesempatan bagi calon peserta didik dan kesesuaian dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Kuota peserta didik MAN Insan Cendekia tahun ajaran 2016/2017 pada 17 MAN Insan Cendekia adalah berjumlah 1728 siswa. Pelaksanaan PPDB MAN Insan Cendekia dilakukan secara nasional.

Untuk terlaksananya PPDB MAN Insan Cendekia yang selektif, berkualitas dan akuntabel perlu disusun suatu Petunjuk Teknis yang dapat dipergunakan sebagai acuan dalam melaksanakan PPDB MAN Insan Cendekia tahun ajaran 2016/2017.
Untuk download Juknisnya klik di sini : Juknis PPDB MAN Insan Cendekia tahun ajaran 2016/2017 



1 Informasi dan Sosialisasi PPDB : Februari s.d. Maret 2016
2 Pendaftaran (online) : 1 Maret s.d. 1 April 2016
3 Seleksi Berkas :  3 Maret s.d. 20 April 2016
4 Pengumuman Peserta Tes :  29 April 2016
5 Pelaksanaan Tes : 14 Mei 2016
6 Pengumuman Kelulusan : 14 Juni 2016
7 Daftar Ulang : 14 Juni s.d. 30 Juni 2016
8 Awal Masuk Asrama : 17 Juli 2016

Biaya PPDB
Segala biaya yang ditimbulkan dari kegiatan PPDB MAN Insan Cendekia ini dibebankan kepada DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Download Cepat Juknis Tunjangan Profesi Guru (TPG) Tahun 2016

Download Cepat Juknis Tunjangan Profesi Guru (TPG) Tahun 2016

Juknis Tunjangan Profesi Guru (TPG) Tahun 2016

Juknis Tunjangan Profesi Guru (TPG) Tahun 2016 berdasarkan pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1952 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) Bagi Guru Madrasah

Dalam Juknis ini disampaikan mengenai : 
  1. Kriteria
  2. Ketentuan Mekanisme 
  3. Perencanaan Anggaran Tunjangan Profesi Guru
  4. Prosedur Pembayaran 
  5. Prinsip Pembayaran 
  6. Waktu Pelaksanaan Pembayaran 
  7. Simpatika
  8. Pembatalan dan Penghentian Pembayaran 
  9. Perpajakan 
  10. Pengendalian 
  11. Pelaporan dan Evaluasi
  12. Pengawasan 
  13. Sanksi
  14. Pengaduan Masyarakat 
 Untuk lebih jelasnya Download Cepat Juknis Tunjangan Profesi Guru (TPG) Tahun 2016 di link di bawah ini :


Link Download : 

Juknis Tunjangan Profesi Guru (TPG) Tahun 2016

SK Dirjen Pendis Nomor 2913 Tahun 2015 Tentang Juknis Komite Madrasah


Salam Sahabat OSZ semua, semoga sukses selalu...!!

Pada saat ini saya akan share mengenai SK Dirjen Pendis Nomor 2913 Tahun 2015 Tentang Juknis Komite Madrasah. Juknis ini merupakan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan Komite Madrasah.

Screen Shoot :
Untuk download file-nya silahkan klik link sini :

Download Juknis Kelas Akselerasi dan Pindah / Mutasi Masuk Dalam Emis VerVal UN



Kelas Akselerasi (aksel) merupakan wadah pendidikan khusus bagi mereka yang memiliki potensi dan keunggulan dalam kecakapan, minat, dan bakat. Keistimewaan program akselerasi memang tidak bisa diremehkan. Salah satu program pendidikan luar biasa (PLB) ini diisi anak-anak yang memiliki IQ di atas 125.

Jika lazimnya siswa memerlukan waktu tiga tahun untuk lulus, di kelas akselerasi cukup dua tahun.

Link Download :

Juknis Kelas Akselerasi dan Pindah / Mutasi Masuk Dalam Emis VerVal UN

Petunjuk Teknis Pendataan Peserta Ujian Nasional Tahun 2016

Petunjuk Teknis Pendataan Peserta Ujian Nasional Tahun 2016

Selamat pagi sahabat OSZ semua....

Pendataan Calon Peserta Ujian Nasional pada tahun pelajaran sekarang dilaksanakan lebih cepat dan sudah dimulai sejak sekarang. Ini merupakan sebuah inovasi baru yang dilakukan pemerintah dalam peningkatan mutu pendidikan. Dengan dimilikinya Data Base di setiap satuan pendidikan memudahkan pendataan calon peserta ujian. Di Kemendikbud mempunyai DAPODIK sedangkan Kemenag mempunyai EMIS. Dua Data Base ini yang akan dijadikan patokan dalam pendaftaran calon peserta Ujian Nasional. 

Berikut ini saya sampaikan Juknis Pendataan Peserta Ujian Tahun 2016 :

PETUNJUK TEKNIS
PENDATAAN PESERTA UJIAN NASIONAL SMP/MTs, SMA/MA/SMAK/SMTK,
DAN SMK
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

I. PENDAHULUAN

Petunjuk teknis ini disusun dalam rangka memberikan arahan dan pedoman secara teknis bagi panitia UN di tingkat provinsi, kota/kab, dan sekolah, sehingga data yang diperoleh mampu meningkatkan kualitas dan aksesbilitas, akuntabilitas serta kredibilitas sistim Ujian Nasional.

Petunjuk teknis ini mencakup : (1) Penjelasan Umum, (2) Tugas dan tanggungjawab, (3) Mekanisme, dan (4) Jadwal pendataan.

II. PENJELASAN UMUM

Dalam rangka pendataan calon peserta Ujian Nasional (UN), panitia pendataan UN tingkat pusat memfasilitasi program pendataan. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah proses pendataan sehingga data yang dihasilkan lebih cepat, tepat, akurat, dan akuntabel. Berikut ini adalah penjelasan umum beberapa istilah yang digunakan dalam petunjuk teknis:

  1. Pendataan adalah proses penyampaian data calon peserta ujian nasional sampai dengan diterbitkan kartu peserta ujian nasional oleh satuan pendidikan, meliputi: data satuan pendidikan, biodata siswa calon peserta ujian nasional, dan nilai rapor;
  2. Satuan pendidikan adalah satuan pendidikan dasar dan menengah yang meliputi Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Pertama Terbuka (SMPT), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA)/Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK)/Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK), Sekolah Menengah Atas Terbuka (SMAT)
  3. Data satuan pendidikan adalah data yang berisi tentang informasi sekolah, antara lain: nama satuan pendidikan, kode satuan pendidikan, alamat satuan pendidikan, kurikulum satuan pendidikan, nama kepala satuan pendidikan, jumlah siswa, status sekolah, dst.;
  4. NPSN adalah Nomor Pokok Sekolah Nasional yang ditetapkan oleh PDSP. NPSN menjadi syarat bagi satuan pendidikan yang melaksanakan UN;
  5. NISN adalah Nomor Induk Siswa Nasional yang ditetapkan oleh PDSP. NISN menjadi syarat bagi siswa yang mengikuti UN akan digunakan sebagai acuan pengisian data nilai rapor;
  6. DAPODIK adalah data pokok pendidikan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah yang merupakan sistem penjaringan data pokok pendidikan;
  7. EMIS adalah pendataan pendidikan Islam dibawah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama;
  8. Biodata siswa calon peserta adalah informasi tentang identitas siswa, antara lain: nama siswa, tempat tanggal lahir, nomor peserta UN jenjang sebelumnya, nomor peserta gagal UN tahun sebelumnya yang mengulang, NISN dan seterusnya;
  9. Kode kelas paralel adalah kode yang menunjukkan dimana siswa dikelompokkan berdasarkan kelas paralel, program studi (SMA), dan program studi keahlian (SMK);
  10. Nomor induk adalah Nomor Induk Peserta Didik (NIPD) pada satuan pendidikan yang bersangkutan;
  11. Daftar Calon Peserta (DCP) adalah daftar usulan calon peserta UN yang diterbitkan oleh satuan pendidikan melalui DAPODIK/EMIS, sesuai dengan format pendataan calon peserta UN diketahui dan disahkan oleh pengawas pada satuan pendidikan;
  12. Verifikasi adalah pemeriksaan tentang kebenaran data calon peserta UN oleh satuan pendidikan;
  13. Validasi adalah pernyataan kebenaran atas data calon peserta UN dengan dibubuhi tanda tangan kepala satuan pendidikan;
  14. Daftar Nominasi Sementara (DNS) adalah daftar calon peserta UN setelah diverifikasi;
  15. Daftar Nominasi Tetap (DNT) adalah daftar peserta UN yang sudah divalidasi dan memiliki nomor peserta ujian nasional;
  16. Kartu Peserta adalah kartu tanda bukti keabsahan peserta ujian nasional;
  17. Petugas pengolah data adalah orang yang ditunjuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sebagai pengelola data UN;
  18. Hak akses adalah kewenangan mengubah dan atau memanfaatkan data hanya untuk kepentingan UN.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download saja di sini :

Back To Top