Idul Adha 1437 H / 2016 Jatuh Pada Tanggal 12 September 2016


OSZ : Idul Adha 1437 H / 2016 Jatuh Pada Tanggal 12 September 2016

Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri Agama menetapkan awal Zulhijjah 1437 H jatuh pada hari Sabtu, 3 September 2016 sehingga Hari Idul Adha1437 H jatuh pada 12 September 2016. Penetapan dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat sidang isbat penetapan awal Zulhijjah di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Nomor 6 Jakarta, Kamis 1 September 2016.

Berdasarkan laporan hasil pengamatan tim rukyat hisab Kementerian Agama yang disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah M Thambrin, para petugas rukyat yang tersebar di 29 titik di seluruh Tanah Air tidak melihat hilal. Posisi hilal berada di bawah ufuk minus 0 derajat 13 menit sampai minus 0 derajat 5 menit. Menteri Agama mengatakan : "Dengan tidak terlihatnya hilal, bulan Zulqaidah diistikmalkan atau disempurnakan menjadi 30 hari dan 1 Zulhijjah 1437 H jatuh pada tanggal 3 September 2016. Dengan demikian, tanggal 10 Zulhijjah bertepatan dengan hari Senin, 12 September 2016,"

Harga Rokok Rp. 50.000 per Bungkus !


OSZ.Berita Terkini : Harga Rokok Rp. 50.000 / Bungkus ?

Survey Mengatakan !!
Menurut Ade Komarudin, Ketua DPR RI sekaligus politisi Partai Golkar menyetujui adanya kenaikan harga rokok Rp 50.000 perbungkus. Dalihnya, naiknya harga rokok bakal mengurangi kebiasaan masyarakat merokok dan rokok merupakan musuh bangsa. Persetujuan Ade perihal naiknya harga rokok hingga menembus 400- 500 persen tersebut , ia ungkapkan Jumat (19/8) siang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Sebagaimana dilansir kompas.com, dengan naiknya harga rokok, pendapatan Negara juga otomatis akan bertambah karena APBN bakal terbantu.
Ucapan Ade ini dilontarkan saat menanggapi hasil penelitian Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Manusia Universitas Indonesia (PKEKKFKM UI) menyebutkan 46 persen pecandu rokok akan berhenti bila harga rokok menembus angka di atas Rp 50 ribu perbungkus. Semisal temuan ini disetujui pemerintah, tak pelak, jutaan perokok aktif bakal kelimpungan. # http://www.kompasiana.com

YLKI Menyatakan !!
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung usulan kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus. Itu artinya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus menaikkan tarif cukai signifikan supaya rokok dijual seharga tersebut.
Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mendesak Kemenkeu segera menaikkan tarif cukai rokok sehingga harga jual rokok di Indonesia setara atau lebih dari negara lain. Contohnya di Singapura, Malaysia dan Thailand yang menjual rokok seharga Rp 30 ribu-40 ribu per bungkus.
Dampak positif, dengan harga rokok Rp 50 ribu per bungkus diyakini Tulus, dapat menekan konsumsi rokok, utamanya kalangan remaja dan anak-anak. Ia mengaku, selama ini salah satu pengeluaran terbesar masyarakat miskin adalah untuk rokok.
"Kalau harga rokok lebih mahal, orang tidak akan membeli atau mengurangi konsumsi rokok, termasuk remaja dan anak-anak. Tapi menghapus (konsumsi rokok) tidak bisa," ucapnya.
# http://bisnis.liputan6.com

Mudah-mudahan dengan kenaikan harga rokok para pelajar / siswa bisa lebih tahu ruginya merokok dan juga tahu bahaya bagi diri sendiri juga orang lain.

Logo Resmi Peringatan HUT ke- 71 Kemerdekaan RI Tahun 2016

OSZ.Berita Terkini :  Logo Resmi Peringatan HUT ke- 71 Kemerdekaan RI Tahun 2016
 
Berdasarkan surat edaran Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia Nomor : B-1651 / Kemensetneg / Ses / TU.00.04 / 05 / 2016 dengan Judul "Penyampaian Logo Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-71 KemerdekaanRepublik Indonesia Tahun 2016 " disampaikan bahwasannya dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2016, disampaikan Logo Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2016 yang dapat diunduh melalui Website Kementerian Sekretariat Negara ( www.setneg.go.id ) dan dimohon untuk dapat memperbanyak dan menyosialisasikan Logo tersebut di lingkungan kerja masing-masing serta menyebarluaskan kepada masyarakat

Lihat Surat Edaran 


Hasil Sidang Isbat 2016 : 1 Syawwal 1437 H Jatuh Pada Hari Rabu 06 Juli 2016

Hasil Sidang Isbat 2016 : 1 Syawwal 1437 H Jatuh Pada Hari Rabu 06 Juli 2016

Berdasarkan hasil keputusan Sidang Isbat Kementerian Agama RI tentang penetapan 1 Syawwal 1437 hijriyah / Lebaran Idul Fitri 1437 H akhirnya diputuskan 1 Syawwal jatuh pada hari Rabu Tanggal 06 Juli 2016 dan besok merupakan hari terakhir umat Muslim Indonesia melaksnakan ibadah puasa. 

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1437 hijriyah serentak pada hari Rabu Tanggal 06 Juli 2016.

Sidang Isbat Kementerian Agama RI Penetapan 1 Syawwal 1437 H - Tahun 2016

Sidang Isbat Kementerian Agama RI Penetapan 1 Syawwal 1437 H - Tahun 2016

Pada hari ini Kementerian Agama akan menggelar sidang itsbat (penetapan) awal bulan Syawal 1437 H di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta Pusat, pada hari Senin 04 Juli 2016.

Sidang itsbat akan dimulai pukul 17.00 WIB, diawali dengan pemaparan dari Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal menjelang awal Syawal 1437 H. Proses sidang itsbat akan dilangsungkan secara tertutup selepas shalat Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.

Melalui mekanisme tersebut, akan ditetapkan kapan berakhirnya Ramadan dan kapan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H.

Sidang itsbat akan dihadiri oleh duta besar negara-negara sahabat, Ormas Islam, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), dan lain sebagainya.#news.okezone

Jam Kerja PNS / ASN Selama Bulan Ramadhan 1437 H / 2016 M

Jam Kerja PNS / ASN Selama Bulan Ramadhan 1437 H / 2016 M

OSZ. Berita Terkini. Memasuki Bulan Suci Ramadhan 1437 H pemerintah melakukan penyesuaian jam kerja selama bulan Ramadhan. Untuk itu, Pemerintah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 03 Tahun 2016 tentang Penetapan Kerja ASN, TNI dan Polri pada bulan Ramadhan.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga dan menciptakan efisiensi dan produktivitas waktu yang digunakan selama bulan Ramadhan. Dalam hal ini, para pegawai ASN, TNI, dan Polri diharapkan dapat memanfaatkan dan membagi waktu dengan sebaik-baiknya. Waktu kerja di kantor tetap optimal, di pihak lain ada waktu bersama keluarga ketika menjelang berbuka puasa.

Berikut adalah jam kerja ASN, TNI, dan POLRI selama bulan Ramadhan 1437 (tahun 2016) :

 1. Bagi Instansi Pemerintah yang memberlakukan lima hari kerja.
     a) Hari Senin sampai dengan Kamis Pukul: 08.00-15.00
         Waktu Istirahat Pukul: 12.00-12.30
     b) Hari Jumat Pukul: 08.00-15.30
         Waktu Istirahat Pukul: 11.30-12.30
 2. Bagi Instansi Pemerintah yang memberlakukan enam hari kerja.
     a) Hari Senin sampai dengan Kamis, dan Sabtu Pukul: 08.00-14.00
         Waktu Istirahat Pukul: 12.00-12.30 
     b) Hari Jumat Pukul: 08.00-14.30
          Waktu Istirahat Pukul: 11.30-12.30
3. Jumlah jam kerja bagi Instasi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan 5 hari atau 6 hari kerja selama bulan Ramadhan adalah 32 jam 30 menit per minggu.
4. Ketentuan  pelaksanaan lebih lanjut mengenai jam kerja pada bulan Ramadhan tersebut diatur oleh pimpinan instansi dan pemerintah daerah masing-masing dengan menyesuaikan situasi dan kondisi setempat.

Ref. : Bag. Humas MENPANRB
Back To Top